“Peristiwa pembakaran kapal yang dulu tidak ada tindak lanjut, olehnya itu untuk laporannya nanti ke Mabes Polri akan kita kawal sampai tuntas bersama para nelayan seluruh Pantura,”Ancamnya.
Dikisahkan Jasiman, 2 kapal yang dibakar sebenarnya hendak pulang, dan seperti biasa para nelayan ini selalu melintasi pulau datu sebagai jalur lintas laut para nelayan asal jawa.
Namun, Para nelayan lokal ini langsung menangkap dan membakar 2 kapal itu karena mengira nelayan asal Jawa sedang kerja mencari ikan di perairan pulau datu.
“Sebenarnya di jalur lintas pulau datu itu banyak kapal yang melintas, nelayan kita ini tidak tahu, dan tidak sedang mencari ikan di wilayah itu, tapi justru terkena dampak, dan langsung ditangkap lalu dibakar,”Sesalnya.
Sementara Ketua Barisan Muda Nelayan (BMN) Juwana Mukit mengecam keras dengan adanya aksi pembakaran kapal di perairan pulau datu Kalbar.
Menurutnya, Pembakaran 2 kapal itu merupakan perbuatan yang anarkis, dan pelaku harus ditangkap dan diusut tuntas, karena sudah berulang kali peristiwa pembakaran kapal ini terjadi.
“Sebenarnya kami selama ini masih sabar, tapi dengan adanya kejadian ini, maka akan kami seriusi dan kami tindak lanjuti,”Cetusnya.
(Red/Z1)





