Pria yang akrab disapa Pak Syam mengaku bahwa usaha tas anyaman dengan brand Syam’s Indonesian Handicraft saat ini telah merambah ke dunia ekspor sejak tahun 2020 lalu.
Meski saat ini banyak tas anyaman lain yang tersedia, Ia tetap optimistis produknya lebih stylish, modern dan unik, sehingga produk ini akan digandrungi oleh segala usia dan dapat meningkatkan kebanggaan terhadap produk Indonesia.
“Memang bisnis itu kan biasa ada naik turunnya, namun untuk inovasi dan kreatifitas itu modal utama, dan tiap tahun kita selaku mengeluarkan produk baru,”Ucapnya
Saat ini, Lanjut Dia, Sudah ada ratusan perempuan berbakat yang diberdayakan, dengan begitu untuk produksi yang dihasilkan bisa mencapai belasan ribu tas anyaman.
“Alhamdulillah, sampai saat ini hampir 400 orang penganyam tersebar di Kabupaten Pati dan untuk produksi kami per bulan rata rata mencapai 12 ribu tas,” jelasnya.
Produksi tas yang dibuat, hampir 90 persen diekspor keluar negeri, dan 10 persen dijual di kalangan lokal, hanya saja sekarang yang masih intens itu adalah negara Inggris dan Jepang.
“Paling banyak itu permintaan di Jepang. Sampai sekarang saja, kita masih produksi untuk permintaan dari Jepang. Negara yang lain seperti Amerika, Turki, Belanda, Cina, Singapura itu sudah ada yang pesan, tapi hanya sedikit-sedikit saja,”Tambahnya.
(Red/Z1)





