Pengamat Sesalkan Insiden Persijap vs Persipa, Tris : PSSI Harus Tegas

Pengamat Bola Nasional Tris Irawan.
Pengamat Bola Nasional Tris Irawan.

PSSI merupakan lembaga dan punya kewenangan untuk memberikan hukuman dan keputusan-keputusan dalam ranah sepak bola nasional, harusnya bisa bersikap adil dan objektif berdasarkan bukti yang sudah ada.

“Ada regulasi yang mengatur bahwa apa yang terjadi di Jepara merupakan pelanggaran terhadap tim tamu oleh tuan rumah, terutama panitia pertandingan, dan harusnya bukti yang ada sudah cukup untuk memberikan keputusan.”ucapnya.

Tris juga berharap jangan sampai terjadi inkonsistensi apalagi sebuah keputusan yang didasari keberpihakan antara kepentingan atau club’ tertentu.

“Saya tidak menuduh siapa-siapa, tapi kita bicara tentang manjemen kompetensi ini harus ditingkatkan, supaya kompetensi lebih berkulitas, kalau manajemen tidak berkulitas, bagaimana kita berharap kompetensinya akan berkualitas,”sindirnya.

“Komdis PSSI harus bisa berlaku adil dan objektif, agar menghasilkan keputusan yang memenuhi rasa keadilan pada semua klub, bukan Persipa saja, tapi juga club’ lain yang mengalami peristiwa yang sama.”tambahnya

Disinggung tentang kemungkinan akan adanya konflik balas dendam, dirinya berharap hal itu tidak terjadi, karena kalau sepakbola didasari unsur balas dendam, maka sepak bola yang ada ini tidak akan pernah maju.

Namun satu hal yang perlu diingat, oleh Komdis PSSI, bahwa jika keputusan tidak mengacu pada prinsip keadilan, hal seperti itu (balas dendam) berisiko bisa terjadi walau sama-sama tidak diinginkan.

“Institusi yang punya kewenangan harus betul-betul adil, fair dan objektif. Kalau tidak, sensitifitas penonton bisa terjadi. Padahal sepakbola mestinya ajang untuk kedamaian, hiburan dan kompetensi.”tuturnya.

“Untuk sanksi dan kode disiplin itu harusnya ada, mulai dari level a, b, c, d dan seterusnya, saya tidak mau masuk ke ranah kesana, dan Komdis juga punya dasar, tergantung jenis pelanggaran, kalau pelanggarannya tidak mau menjadi tuan rumah yang baik, ada intimidasi maupun kekerasan dan sebagainya, itu ada di Komdis PSSI,”cetusnya.
(Red/Z1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *