Pembuatan MOL dilakukan tim Lingkungan NHM khususnya tim waste management dengan mengolah kembali limbah nasi basi, atau sisa nasi yang tidak habis dikonsumsi karyawan di Site Gosowong, di mana rata-rata, sekitar 50-100 kg limbah nasi sisa dihasilkan setiap harinya.
Inisiatif inovasi ini memberikan manfaat positif dalam menunjang kegiatan di Nursery dan area revegetasi. Pertumbuhan vegetatif menjadi lebih cepat, tanaman tumbuh sehat dengan warna daun hijau segar. Selain itu, volume timbunan sampah organik, khususnya sampah nasi juga dapat berkurang karena dimanfaatkan kembali untuk proses ini. Proses pembuatannya juga dilakukan secara alamiah, tidak menggunakan bahan kimia dan aman dilakukan dalam jangka panjang terhadap pekerja dan lingkungan. Dari sisi biaya, inisiatif ini tentunya juga mampu menekan pengeluaran dalam proses pemeliharaan tanaman secara signifikan.
“Pertama, kami ucapkan rasa syukur yang luar biasa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas campur tangannya kami meraih capaian di ajang Subroto Awards 2023. Kedua, apresiasi atas loyalitas, kegigihan dan dedikasi tim Lingkungan untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya yang dituangkan dalam bentuk kerja nyata. Ketiga terima kasih kepada BOD dan jajaran Manajemen NHM dukungan semua pihak di Tambang Emas Gosowong,” ujar Superintendent Lingkungan, Rosmini Djufry dalam keterangan tertulis, Rabu (04/10/2023).
Sementara itu, Manajer Lingkungan NHM, Widi Wijaya menambahkan “Tentunya masih banyak yang akan kami kembangkan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk di area Nursery. Kamiyakin masih banyak inovasi yang bisa dilakukan sebagai upaya implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice). Kami berharap Subroto Awards 2023 ini bisa menjadi pemacu semangat dalam upaya pengelolaan lingkungan pertambangan yg lebih baik,” pungkasnya (man-02).





