Sejauh ini, para pedagang yang ada di alun-alun kembang joyo banyak yang sudah pindah, permasalahannya karena memang sepi pengunjung, namun berapa jumlahnya Hadi mengaku tidak tahu.
“Untuk berapa jumlahnya yang masih bertahan, kita belum tahu pasti, karena terkadang kalau kira lihat ada yang berjualan ada yang tidak, jadi kita tidak bisa pastikan berapa jumlah para pedagang itu,”katanya.
Sementara Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembang Joyo Hendro Supriyanto mengaku merasa dirugikan karena tidak ada perhatian dari pemerintah.
Seharusnya, pemerintah berpikir untuk bagaimana bisa meningkatkan perekonomian yang ada di alun-alun kembang joyo, misalnya selalu menyelenggarakan event agar bisa menarik pengunjung.
“Jika pemerintah hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa untuk kepentingan pedagang yang berjualan di Alun-alun Kembang Joyo, kami pastikan akan kembali lagi ke Alun-alun Simpang Lima Pati.”ancamnya.
(Red)





