Panitia Idul adha sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Halmahera Utara soal penarikan retribusi pintu masuk air panas mamuya.
Namun, dari hasil koordinasi, pihak Dinas pariwisata tidak merespon permintaan warga mamuya.
“Kami hanya minta penagihan retribusi pemandian air panas mamuya untuk penggalangan dana panitia idul adha, tapi Dinas Pariwisata tidak merespon,”jelas Isra, warga Desa Mamuya.
Dalam tuntutannya, warga mengancam akan mengambil alih pengelolaan wisata Pemandian air panas mamuya.
Hal itu disampaikan lantaran Dinas Pariwisata terkesan mempersulit dan tidak merespon permintaan warga
“Kami minta wisata air panas di kembalikan ke desa, sebab Dinas Pariwisata tidak konsisten, jadi biar desa yang mengelola,”desaknya.





