Halmahera Utara, zonasatu.net || Bupati Halmahera Utara Frans Manery mengungkapkan kronologis pembubaran massa aksi oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di depan Grenland Hotel, Kecamatan Tobelo, jumat (31/5/2024).
Video dengan durasi 4 menit 57 detik itupun viral di media sosial dan banyak mendapat tanggapan dari kalangan masyarakat
Dalam video itu terlihat Bupati melakukan aksi kejar-kejaran dengan massa aksi dengan membawa benda yang diduga senjata tajam berupa parang
Menanggapi video yang viral itu, orang nomor satu di Kabupaten Halmahera Utara itupun mengklarifikasi
Soal pembubaran massa aksi, ia menjelaskan, berawal adanya kelompok yang sedang melakukan aksi demonstrasi di hari, bertepatan dengan HUT Kabupaten Halmahera Utara yang ke-21 tahun.
Sekitar pukul 11.30 WIT, sejumlah massa berorasi di Kantor DPRD, menyampaikan tuntutannya.
Hal itu pun sebenarnya sudah ditanggapi oleh ketua DPRD Janlis G Kitong. Namun, usai berorasi di gedung DPRD, massa kemudian berorasi di depan Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah.
“Di kantor BKAD, saat itu kantornya tidak ada pegawai, karena sebagian pegawai yang beragama muslim, tengah menjalankan ibadah sunah,” kata Frans dalam vidionya, jumat (31/5/2024).
Tidak hanya itu, Lanjunya, massa kemudian masuk dan mengobok-obok fasilitas kantor. Bahkan sebagian alat-alat di meja kerja dibuang ke keluar.
“Udah aksi di kantor keuangan, massa kemudian menuju hotel marahai part. Namun di tegur pihak keamanan karena bertepatan waktu ibadah, dan kami menganggap ini tidak terjadi lagi,” ujar orang nomor satu di Halmahera Utara.
Frans mengungkapkan, saat menghadiri rapat pleno KPU penetapan kursi anggota DPRD hasil pemilu paska putusan MK.
Ia mengaku bersama forkopimda mengikuti proses pleno KPU, tapi tiba-tiba ada kabar para mahasiswa yang melakukan aksi sementara menuju ke rumah
Padahal, saat itu ibu bupati sedang menjamu tamu undangan dari kalangan artis penyanyi dan artis pelawak.
Mendengar kabar itu, Bupati langsung keluar dari gedung tempat pleno yang jaraknya sekitar 70 meter sampai kediaman Bupati





