Artinya, para pemilik dum truk ini membantu petani dalam hal penataan lahan, bukan melakukan kegiatan ilegal
Namun, para sopir ini takut karena selalu disweping sehingga mereka tidak bisa kerja
“Kasihan petani jika tidak bisa membuang lahan yang sudah ditata, karena kami kerja saja selalu disweeping, dan ditakut-takuti,”keluhnya
“Kalau kita mogok semua tidak jalan, dan pastinya bisa tumbuh kriminalisasi, karena mereka ini tidak punya pekerjaan,”sambungnya
Sutirno mengaku, Jika tuntutannya tidak diakomodir, maka ia mengancam akan terus melakukan aksi demo
“Jika tuntutan kami tidak diakomodir, maka kami akan terus demo,”ancamnya
Diketahui, Aksi yang dilakukan oleh puluhan sopir dum truk menyasar di halaman kantor Bupati dan DPRD Pati
Mereka diterima audensi langsung bersama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin
“Soal mobil yang ditahan itu bukan ranah saya, tapi informasinya mobil itu sudah dikeluarkan,” singkat Ali usai menerima audensi





