Profile Said Banyo, Anggota DPRD Maluku Utara, Ternyata Tokoh Muda Pembaca Naskah Pemekaran Morotai

HALUT, zonasatu.net || Berikut ini adalah profile dan rekam jejak anggota DPRD Provinsi Daapil Kabupaten Halmahera Utara- Kabupaten Pulau Morotai.

Ya, Beliau adalah  politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku Utara

Perjalanannya hingga terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu tentu tidaklah mudah.

Ia adalah Said Banyo, pria yang saat ini duduk di kursi legislatif periode 2024-2029

Said Banyo di Lantik sebagai wakil rakyat di gedung DPRD Provinsi Maluku Utara, Sofifi pada Senin (23/9/2024) didamoingi istranya.

Dirinya saat ini ditunjuk DPD Provinsi Maluku Utara untuk menduduki posisi sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2024-2029

Selain itu Said juga dipercayakan memegang jabatan sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara.

Pria kelahiran Morotai yang sukses menjadi wakil rakyat mempunyai orang tua yang berlatar belakang tak mampu.

Said Banyo, anak ke 6, dari pasangan Alm  Hi Amin M Banyo dan Alm Amina Disin. 

Pria kelahiran Desa Daeo, Pulau Morotai itu,  telah menyelesaikan pendidikannya di jenjang bawah sejak tahun 2000

Saat itu, Said Banyo melanjutkan pendidikannya di Strata Satu (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate.

Semasa di bangku kuliah, Said juga
mengemban tugas sebagai Presiden BEM Fakultas Ekonomi UNKHAIR Periode 2003-2004.

Dimasa transisi Maluku Utara pada tahun 2000an, Said Banyo kala itu ikut bertarung dan terpilih sebagai ketua AMPP-TOGAMOLOKA Maluku Utara di tahun 2005.

Dimasa kepemimpinan Said Banyo sebagai ketua umum AMPP-Togammoloka Malut banyak menorehkan prestasi dan sejarah baru yang berdampak kepada kehidupan masyarakat saat ini,

Ia selalu berteriak lantang dan berperan aktif dalam perjuangan pemekaran Daerah Otonom Baru Kabupaten Pulau Morotai.

Bahkan, Said juga dinobatkan sebagai kaum muda yang pemberani karena telah membacakan naskah deklarasi pemekaran Kabupaten  di hadapan 17 ribu masyarakat Pulau Morotai.

Pembacaan naskah deklarasi itu dihadiri para pejabat daerah, tokoh pemekaran hingga hingga pejabat Provinsi

Said yang lahir di Pulau Morotai itu selalu disebut sebagai salah satu generasi pejuang pemekaran Pulau Morotai

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *