Menurutnya, kemarahan warga itu karena kekhawatiran akan adanya upaya praktik politik uang yang nantinya dilakukan atas persekongkolan Camat, Kades Wayabula dengan sejumlah timses Deny-Qubais.
“Iyo itu jelas karena tadi kalau dia hanya ke kepala desa saja kan tidak mungkin masyarakat marah. Cuma karena memang torang lihat tim-tim dari Desa Wayabula dan Desa Bobula dorang muncul di situ,”ujarnya.
Warga tak segera mengambil tindakan kekerasan terhadap Camat Pardi yang diduga melakukan politik praktis di masa tenang. Camat Pardi kemudian diserahkan ke pihak keamanan.
“Torang tidak ambil tindakan kekerasan cuma torang tidak mau dorang berbuat seperti itu. Dorang kan pimpinan masa harus memihak sebelah begitu,”pungkasnya.
Sementara itu, Camat Morotai Selatan Barat, Pardi Sumtaki saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap terkait dengan insiden tersebut. Dirinya belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.





