PATI, zonasatu.net || Nasib pilu dialami seorang nenek yang tinggal sendiri dan berharap belas kasihan tetangga yang peduli
Ia adalah Mbah Srinah (68), warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati
Umurnya yang sudah menginjak setengah abad lebih ini harus tinggal di kebun dengan rumah kecil seadanya,
Di usianya yang senja, ia hidup sebatang kara, jauh dari kata layak dan selalu berharap kebaikan tetangga sebagai sandaran hidup
Tak ada rumah permanen yang bisa ia sebut sebagai miliknya. Mbah Srinah hanya menempati rumah kecil di kebun milik tetangga berdinding kalsiboard dan beratap asbes yang sebagian sudah rusak.
Saat malam tiba, suara jangkrik dan dinginnya angin menjadi teman setia. Saat hujan turun, ia hanya bisa berharap air tak terlalu deras menembus atap rapuh tempatnya berteduh.
Setiap hari, Mbah Srinah menjalani hidup tanpa penghasilan. Untuk makan, ia sepenuhnya bergantung pada uluran tangan warga sekitar.
Kadang ada tetangga yang mengantarkan sepiring nasi beserta lauk sederhana. Nenek usia 68 tahun itu sudah tinggal di kebun sekitar 10 tahun.
Suaminya, sudah meninggal. Dua anaknya tak ada yang menemaninya.
Mbah Srinah mengungkapkan alasan dirinya lebih memilih tinggal di tempat itu, karena tidak enak bila ikut anaknya yang sudah berumah tangga.
Saat ini, kedua anaknya sudah tinggal di luar desa tersebut, salah satunya di Jepara.





