“Mboten purun ngrepotke, teng mriki mawon (tidak mau merepotkan, di sini saja,”ungkap Mbah Srinah.
Ia pun mengaku kalau setiap hari bisa makan. Bahkan, bantuan dari pihak desa untuknya, juga tidak terlewat.
Mbah Srinah mengaku Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sudah baik memperhatikannya.
“Dapat (bantuan) Pak, dibantu. Pak Bayan itu baik banget, Pak Ali (kades) juga,”imbuh Mbah Srinah.
Yuliana, salah satu warga setempat menyampaikan, kalau Mbah Srinah tinggal di lokasi tersebut sudah sekitar 10 tahunan. Sedangkan lahan kebun yang digunakan nenek tersebut adalah miliknya.
Menurutnya, untuk kebutuhan makan, biasanya Mbah Srinah diberi oleh tetangga sekitar.Bahkan, beberapa relawan terkadang juga menyalurkan bantuan, baik berupa beras, kasur maupun lainnnya.
“Kalau makan ya biasanya dari tetangga-tetangga. Kalau lahan milik saya. Sampai kapanpun beliau mau tinggal di situ, saya gak papa,”ungkapnya.
Sementara itu, Moh Sulthon, Perangkat Desa Tunjungrejo mengatakan, bahwa untuk kehidupan sehari-sehari, Mbah Srinah menurutnya bisa mengurus dirinya sendiri.
Artinya, secara fisik tidak memerlukan bantuan untuk aktivitas. Sedangkan untuk makan, sejauh ini memang mengandalkan uluran tangan dari tetangga.
Dirinya menyebut, kalau untuk makan sejauh ini terpenuhi. Kemudian untuk bantuan dari pemerintah, menurutnya Mbah Srinah masuk dalam daftar penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Yang rutin dari dinas sosial itu ya PKH dan BPNT. Bantuan ini tiap bulan, tapi untuk pencairannya dilakukan tiga bulan sekali,”terangnya





