“Berdasarkan hasil penelusuran tim BPBD di lapangan, di Desa Doitia terdapat sekitar 213 Kepala Keluarga atau 875 jiwa yang seluruhnya sudah tidak dapat menempati rumah mereka karena tertimbun lumpur dan pasir. Kondisi ini tidak mungkin ditangani secara mandiri oleh masyarakat,”ungkap Bupati.
Menurutnya, pengerahan personel gabungan dan bantuan logistik merupakan langkah kemanusiaan yang harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan bertanggung jawab.
Fokus utama penugasan kata Bupati yakni perbaikan lingkungan permukiman warga agar masyarakat dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Penanganan bencana di Loloda Utara ditargetkan berlangsung selama satu minggu sejak hari pelepasan.
Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, personel akan ditarik kembali ke satuan masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga menurunkan tim kesehatan yang terdiri dari tiga orang dokter untuk menetap di lokasi bencana, guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak berjalan optimal.
Bupati Halmahera Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Badan SAR Ternate, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengiriman personel dan logistik ke wilayah terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Wakil Bupati mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, tetap mengutamakan keselamatan, serta hadirkan kembali semangat dan harapan bagi masyarakat Loloda Utara,”pungkasnya.





