Karena itu, langkah lanjutan yang lebih komprehensif dinilai mendesak agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun.
“Petani tambak juga dikumpulkan dan dikasih tahu diberikan sosialisasi kalau nanti ada normalisasi sampai ke hilir,” cetus Narso.
Narso yang merupakan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengingatkan, sosialisasi penting dilakukan agar petani tambak siap menghadapi dampak pekerjaan normalisasi.
Ia khawatir aktivitas alat berat di bantaran sungai yang berdekatan dengan area tambak dapat menimbulkan kerugian jika tidak ada koordinasi sejak awal.
“Normalisasi sungai ini mudah-mudahan mampu mengurangi risiko banjir yang seakan menjadi langganan tahunan di Kabupaten Pati ketika musim hujan datang,” harap dia.
Dengan normalisasi yang terencana dan menyeluruh, diharapkan penanganan banjir di Kabupaten Pati bisa lebih efektif, sekaligus tetap melindungi kepentingan masyarakat, terutama para petani tambak di wilayah hilir.





