Siswa Ma Salafiyah Kajen Pati Ciptakan “Kelas Pintar” Berbasis IoT

Sistem AI, Lanjutnya, akan mengkalkulasi data dan langsung memberi rekomendasi tindakan, seperti menyemprotkan aroma, mengatur suhu AC, atau menyesuaikan cahaya.

“Upgrade terbaru ada di analisis AI-nya. Kalau sebelumnya manual, sekarang sistem otomatis memberi rekomendasi. Proses dari awal sampai akhir butuh sekitar 1-1,5 bulan karena terkait pola kebiasaan,” jelas guru pendamping Isyarotuz Zakiyyah dari Ma Salafiyah Kajen, Margoyoso.

Ide awal muncul dari keluhan siswa. Banyak siswa mengeluh kelas kurang nyaman, AC tidak bisa diatur, dan kondisi fisik mempengaruhi konsentrasi. Dari situlah muncul gagasan “kelas pintar berbasis IoT”.

Ridwan menambahkan, satu paket sistem terdiri dari 10 smartband dan 3 device lain dibanderol sekitar Rp9 juta.

Meski begitu, ia masih terus meneliti perbandingan hasil antara kelas yang sudah dan belum menggunakan sistem ini.

“Ke depan teknologi pendidikan tidak hanya memantau anak, tapi juga membantu menciptakan suasana kelas yang lebih fokus, nyaman, dan adaptif. Kalau sekolah atau madrasah lain butuh, kami siap membantu,” ujarnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *