DPRD Pati: Jangan Jadikan Pesantren Seperti Kos-kosan, Kiai Harus Jadi Teladan

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Muntamah
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Muntamah

Muntamah mengingatkan, orang tua tidak bisa lepas tangan setelah menitipkan anak. Sebelum memutuskan, orang tua wajib meneliti riwayat kiai, historis pondok, dan sistem pengasuhan di dalamnya. Hal ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Anak-anak kita taruh di pondok yang kiai-nya siapa? Identitasnya harus jelas. Yang kita titipi adalah orang yang betul-betul punya ilmu agama, bukan yang meragukan,” tegasnya.

Meski begitu, ia tetap mendukung eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan. Muntamah menyebut pondok masih sangat penting karena mampu menyatukan pendidikan agama dan umum dalam satu sistem.

“Tetapi saya titip pesan kepada orang tua wali murid, hati-hati memilih. Jangan sampai anak kita ditaruh di pondok yang di dalamnya tidak jelas. Harus betul-betul diteliti dan dipelajari dulu,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *