Karena itu, Teguh meminta agar sosialisasi dilakukan secara langsung. Mulai tokoh agama, RT, RW dan perangkat desa diminta ikut turun ke lapangan memberikan sosialisasi
“Memang harus ada sosialisasi ke bawah untuk memberikan informasi. Yang bisa sekolah di sekolah rakyat itu untuk warga yang betul-betul tidak mampu,” ujarnya.
Ia berharap setelah selesai, sekolah ini benar-benar diisi oleh siswa dari keluarga miskin. Jangan sampai ada penyalahgunaan kuota.
“Tapi kalau ada orang mampu, dan anaknya bisa sekolah di situ ya tanda kutip. Jadi sekolah harus selektif, yang berhak ya yang tidak mampu,” tegasnya.
Komisi D DPRD Pati akan terus mengawal proses seleksi siswa dan operasional Sekolah Rakyat Tlogowungu agar tepat sasaran dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat.





