Yandre juga menegaskan bahwa keduanya memiliki komitmen yang sama. Komitmen itu tertuang dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Halmahera Utara serta percepatan program prioritas daerah.
“Bupati dan Wakil Bupati memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Halmahera Utara. Serta memastikan seluruh program prioritas Pemerintah Daerah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Pemerintah melalui Diskominfo mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi. Terlebih di era digital, kabar yang belum terverifikasi dapat dengan cepat memecah konsentrasi pembangunan.
Fokus utama Pemkab saat ini, kata Yandre, adalah menjalankan program pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Target itu tidak akan tercapai jika energi pemerintah habis untuk merespons isu.
“Jajaran Pemerintah Daerah tetap bekerja secara sinergis di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati. Kami berharap seluruh elemen masyarakat menjaga suasana yang kondusif serta mendukung keberlangsungan pembangunan daerah demi terwujudnya Halmahera Utara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Meski dibantah, munculnya isu ini menjadi catatan penting. Publik menanti bukti nyata sinergi kepemimpinan, bukan hanya pernyataan. Di tengah target pendapatan daerah Rp1,1 triliun dan berbagai program strategis 2025, kekompakan Bupati-Wakil Bupati akan diuji oleh hasil kerja, bukan sekadar narasi harmonis.





