Ia menjelaskan, program ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan.
Lapas sebagai institusi pembinaan didorong untuk turut berkontribusi menyediakan pangan secara mandiri.
“Ini bagian dari mendukung program ketahanan pangan nasional. Dari lahan terbatas di lapas, warga binaan bisa menghasilkan jagung yang nantinya bisa untuk konsumsi internal maupun dijual,” jelasnya.
Mukit menilai program seperti ini harus terus dikembangkan agar pembinaan di lapas tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga produktif.
“Dengan adanya keterampilan bertani, warga binaan keluar nanti punya kemampuan. Mereka bisa mandiri, punya penghasilan, dan tidak kembali mengulangi kesalahan,” pungkas Mukit.





