“Nelayan itu tulang punggung ketahanan pangan dari laut. Kalau mereka didukung, produktivitas hasil tangkapan pasti naik. Kebijakan ini nyata membantu masyarakat pesisir,” tegasnya.
Mukit yang saat ini duduk di kursi Sekretaris Komisi B DPRD Pati itu menjelaskan, tingginya harga BBM beberapa bulan terakhir membuat banyak kapal memilih sandar. Ongkos melaut terlalu besar dibanding hasil tangkapan.
Dengan harga baru Rp15.000/liter, ia optimis aktivitas melaut akan kembali ramai dan ekonomi pesisir ikut bergerak.
“Kami dulu aksi 4 Mei 2026 di depan Kantor Bupati Pati. Aspirasi itu dikawal terus oleh para nelayan sampai ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sekarang sudah ada titik terang,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan ini segera direalisasikan di SPBU untuk nelayan di seluruh Pantura, termasuk Pati. Sehingga nelayan tidak perlu menunggu lama untuk merasakan manfaatnya.
“Semoga dengan adanya kebijakan ini, mampu mengangkat perekonomian bagi masyarakat nelayan, terima kasih Presiden,”tegas Mukit





