Sebelum pembuatan, mahasiswa terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan warga. Konsep alat dirancang agar mudah digunakan, efektif memadatkan, dan aman saat dioperasikan. Setelah selesai, alat diuji coba untuk memastikan mekanismenya bekerja dengan baik.
Tidak berhenti pada pembuatan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga. Materi yang disampaikan meliputi cara penggunaan Bottle Press dan pentingnya memadatkan botol sebelum disimpan atau dikumpulkan. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah. Langkah kecil seperti memadatkan botol dinilai mampu membuat lingkungan desa lebih bersih dan tertata.
Sebagai bentuk keberlanjutan, alat Bottle Press yang telah dibuat kemudian dihibahkan kepada Pokja 3 PKK Desa Karangayu. Penyerahan ini bertujuan agar inovasi tersebut tetap dimanfaatkan setelah masa KKN selesai.
Lurah sekaligus Ketua Pokja 3 PKK Desa Karangayu Noor Chasanah menyambut baik bantuan tersebut. “Terima kasih kepada Mas dan Mba KKN UNDIP atas pemberian alat Bottle Press ini. Alat ini tentunya sangat membantu kegiatan Pokja 3 dalam pengelolaan dan pemilahan sampah plastik, khususnya botol plastik,” ujarnya.
Ia berharap alat ini bisa digunakan secara berkelanjutan dan mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di Desa Karangayu.
Melalui program Bottle Press, mahasiswa KKN UNDIP berharap pengelolaan sampah plastik di desa dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Sinergi antara mahasiswa, pengrajin lokal, dan PKK menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa dimulai dari potensi dan gotong royong warga setempat.





