Agar lebih aplikatif, mahasiswa memberikan contoh kesalahan komunikasi yang kerap terjadi. Misalnya penggunaan bahasa terlalu santai saat berbicara dengan atasan, pesan yang tidak jelas, penggunaan singkatan dan bahasa gaul berlebihan, hingga kesalahan penulisan dalam dokumen kerja.
Dampak dari kesalahan tersebut cukup besar. Mulai dari informasi yang salah ditangkap, pekerjaan terhambat, hingga proses pengambilan keputusan menjadi tidak efektif.
Kegiatan berlangsung interaktif. Setelah penyampaian materi, peserta diajak berdiskusi dan menganalisis contoh komunikasi yang tepat dan kurang tepat di tempat kerja. Diskusi ini membuat peserta lebih mudah memahami konteks penggunaan bahasa.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap para pemuda Desa Karangayu dapat lebih sadar akan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik. Pemahaman tersebut diharapkan diterapkan dalam komunikasi sehari-hari, baik saat melamar kerja, berinteraksi dengan rekan kerja, maupun membuat dokumen administratif.
Dengan menguasai bahasa yang efektif, diharapkan pemuda Karangayu lebih siap menghadapi dunia kerja dan mampu membangun komunikasi yang profesional di lingkungan manapun.





