“Kalau ada laporan sungai tersumbat, langsung bisa dikerjakan. Tidak perlu menunggu proses lelang sewa yang lama,” tegasnya.
Namun Joni juga mengungkapkan, awalnya target pengadaan adalah 3 unit ekskavator. Jumlah itu terpaksa dikurangi karena adanya kenaikan harga barang.”Pengaruh dolar, harganya naik. Jadi 1 unit ditunda dulu,” jelasnya.
Kenaikan harga global itu membuat anggaran yang disiapkan tidak mencukupi untuk tiga unit sekaligus. Karena itu DPUTR bersama Komisi C sepakat memprioritaskan dua unit terlebih dahulu.
Untuk satu unit yang belum terealisasi, Joni memastikan akan diusulkan kembali.”Satu unit ekskavator yang ditunda itu rencananya akan kita anggarkan kembali. Jadi target 3 unit tetap kita kejar,” katanya.
Ia berharap dengan tambahan alat ini, program penanganan banjir di Pati bisa berjalan lebih masif. Komisi C juga akan terus mengawal penggunaan dan perawatan alat agar manfaatnya maksimal dan tidak cepat rusak.
“Ini investasi jangka panjang. Kalau alatnya dirawat dengan baik, maka manfaatnya bisa dirasakan masyarakat bertahun-tahun,” pungkas Joni.





