PATI, zonasatu.net || Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin membantah dirinya ikut mengkondisikan bantuan revitalisasi sekolah. Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar.
Ali menjelaskan, Pemkab Pati melalui Komisi D awalnya diperintahkan melakukan sidak lapangan terkait program revitalisasi sekolah mulai dari TK, SD, hingga SMP.
Hasil sidak menemukan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di sejumlah sekolah antara lain SD 01 Kayen, SD 01 Sundoluhur, SD 02 Jimbaran, dan SD 02 Brati.
“Komisi D lalu memanggil dinas terkait untuk mempertanyakan, kenapa dalam perencanaan ada bangunan yang anggarannya hampir 100 persen,” kata Ali.
Ia mencontohkan pekerjaan di SD 01 Sundoluhur. Dalam RAB tertulis ada pondasi, pembuatan dinding, plesteran, pengecatan, dan pembuatan lantai baru.
Namun di lapangan yang dikerjakan hanya mengupas pekerjaan lama dan memperbarui atap. Pekerjaan lain tidak dilaksanakan.“Padahal anggarannya besar, Rp 1,1 miliar dari APBN,” ungkapnya.
Ali menegaskan, meskipun anggaran berasal dari APBN, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan.Karena itu Komisi D memanggil dinas terkait agar segera memperbaiki dan menindaklanjuti temuan tersebut.





