Relawan Kemanusiaan Lintas Iman Menyatu Dengan Kearifan Lokal di Gunung Kendeng

“Upaya pertama yang dilakukan oleh KPKC adalah menyediakan mobil tangki air sebagai alat pendistribusian air. Namun karena kerepotan dalam hal operasional, maka direkomendasikan untuk mencari sumber mata air.”Ujarnya.

Sebenarnya upaya masyarakat Dusun Semak untuk swadaya membuat sumur sudah berulangkali dilakukan. Setidaknya sudah ada 7 titik yang pernah digali, dengan kedalaman antara 8 hingga 15 meter, namun kesemuanya belum membuahkan hasil. Masyarakat mengambil kesimpulan bahwa penggalian sumur secara manual tidak akan mampu menghasilkan sumber air, perlu dilakukan cara lain dan dengan bantuan teknologi yang lebih baik (sumur bor).

“Sumur bor bisa dibuat atas swadaya masyarakat dan didukung oleh bak penampungan air yang bisa berkapasitas untuk kebutuhan 100 keluarga. Fasilitas pengadaan air bersih yang telah dilakukan waktu itu kini sudah dapat dinikmati oleh dua RT di dusun ini, terutama oleh 51 keluarga.”Ucapnya.

Kekuatan sumber air teruji melewati dua musim kemarau dan air tetap mengalir dengan baik ke rumah-rumah warga. Dalam perkembangan selanjutnya muncul kebutuhan untuk pengembangan komunitas pemanfaat air dan perluasan distribusi air ke RT yang lain.

“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya memperkuat keberadaan sumber mata air. Dalam konteks lebih khusus, pohon-pohon tersebut mampu menjaga ketersediaan air di seputar sumur. Di sisi lain, penanaman pohon ini sebagai upaya menghijaukan kembali lahan-lahan gundul di wilayah pengunungan Kendeng. Tanaman pete, jeruk Pamelo, alpukat, dan mangga Thailand dipilih untuk ditanam sebagai varietas tanaman yang cocok di lingkungan ini, juga mempunyai fungsi penguatan ekonomis, dimana hasil dari tanaman ini bisa dikonsumsi maupun dipasarkan dengan nilai jual yang baik.”Paparnya.

“Semoga dengan penanaman pohon ini menjadi gerakan bersama untuk mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat lewat budi daya pertanian sekaligus memastikan konservasi lingkungan lewat penanaman varietas tanaman yang mampu melindungi lingkungan dari ancaman bencana akibat salah kelola lahan. Dengan demikian, kita Bersama-sama secara perlahan namun pasti, mampu menjawab jeritan alam sekaligus membantu komunitas marginal semakin berdaya dan sejahtera.”Tambahnya.
(Ws:01/RedZ1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *