Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan Abdul Suyono.
Menurutnya, Banjir di Desa Karangrowo menerjang sebanyak 308 KK, dan merendam 270 rumah. Ketinggian air mencapai 30 cm sampai 1,5 meter.
“Banjir masuk sampai dalam rumah, ketinggian air di dalam rumah 30 sampai 60 cm, dan diluar rumah 50 sampai 1,2 meter,”Ujarnya.
Ia mengaku, Bantuan terhadap warga yang terdampak banjir sejauh ini baru dari relawan, desa-desa, paguyuban Kades, dan Komunitas, bahkan Mensos juga sudah turun langsung ke lokasi banjir, namun dari Pemkab Pati belum ada bantuan.
“Kalau bantuan dari Pemkab Pati belum ada, bahkan saya juga sudah komunikasi dengan Pj Bupati, tapi belum direspon, mungkin beliau masih sibuk,”Singkatnya.
Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Maesaroh mengatakan, Banjir diwilayah Kecamatan Jakenan masih terjadi, sehingga bantuan yang layak diberikan adalah sarana dan prasarana untuk penunjang warga yang terdampak Banjir.
“Karena sudah menggenang beberapa hari, dan masyarakat juga masih bertahan, kebutuhan kesehatan seperti Obat-obatan ini juga perlu ada, olehnya itu kami mendorong agar dinas terkait bisa terus terlibat menangani warga yang masih terdampak banjir,”Pintanya.
(ADV-Ws/Z1)





