“Kita akan upayakan untuk komunikasi dengan pusat agar bisa mendapatkan bantuan benih, namun dapat atau tidaknya, ada anggarannya atau tidak itu tergantung dari pusat,”Ujarnya.
Bantuan benih ini apabila keluar, Lanjut Niken, Tidak serta merta bisa langsung keluar, bahkan juga tidak bisa diharapkan pada MT 2, namun kemungkinan akan keluar pada MT 3.
“Lahan yang mengalami fuso, kita upayakan agar mendapatkan benih, dan untuk usulan bantuan ini masih menunggu laporan fuso yang di data ini ada berapa haktare, karena sebagai dasar untuk mengajukan bantuan,”Pungkasnya.
Terpisah, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Sukarno mengaku ada ribuan hektare tanaman yang terendam banjir. Kerugian sendiri mencapai ratusan milyar lahan pertanian yang terdampak akibat terjadinya banjir di wilayah Pati.
“Untuk pertanian yang terdampak banjir itu kerugiannya luar biasa, kerugiannya mencapai ratusan milyar, jadi saya berharap ada bantuan bagi para petani, yang terdampak banjir,”Singkatnya
(ADV-Ws/Z1)





