“Kalau dilihat saat membongkar cor beton yang rusak di batangan itu beberapa hari baru diangkut, berbeda dengan yang di Kaligawe, itu langsung diangkut, sehingga jadi tanda tanya, kenapa program untuk perbaikan ruas Pantura kok lambat sekali,”Singgungnya.
Pengecoran jalan pantura Pati-Batangan, Kata Sukarno, Baru sekitar 5 tahun, namun baru 4 tahun sudah banyak yang retak, bahkan dari seluruh jalan di wilayah Jawa Tengah yang sering terjadi kerusakan selalu di wilayah Kecamatan Batangan.
“Para sopir bilang, katanya kerusakan di wilayah Jawa tengah yang paling parah itu di Batangan, beda dengan daerah lain, yang jadi pertanyaan apakah itu kualitas ataukah memang kultur tanah itu bergerak, kalau saya tanya warga tanahnya gembur, namun itu hanya perkiraan, belum tahu secara tehnis,”Ujarnya.
“Kalau itu memang kultur tanah, seharusnya tim tehnis tahu, apalagi kerusakan sudah 5 tahun, dan sudah ada perbaikan selama 3 tahun, otomatis sudah diperbaiki tahun lalu, tapi pecah lagi,”Sesalnya.
(ADV-Ws/Z1)





