PATI, zonasatu.net- Ratusan nelayan di wilayah Kecamatan Tayu Kabupaten Pati melakukan aksi gotong royong pengerukan pasir. Hal itu menyusul lantaran sudah hampir 1 Minggu mereka tidak bisa melaut akibat pendangkalan pasir di bibir pantai.
Aksi yang dilakukan dengan alat seadanya itu dilakukan oleh ratusan nelayan tradisional agar mereka bisa melaut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Kemarin dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati bersama Camat sudah datang dan melihat langsung aksi pengerukan itu, dan kami disuruh menyurat ke BBWS dan Pj Bupati, untuk minta bantuan,”Ungkap Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Bino Makmur Desa Keboromo Rochim Kamis (9/3/2023).

Menurutnya, Surat itu disampaikan untuk permohonan bantuan pengerukan muara sungai tayu, namun ketika hal itu ditanyakan ke Kepala DKP mengaku tidak tahu kapan waktu akan dilakukan pengerukan.
“Teman-teman nelayan bilang, kalau kita belum tahu pasti kapan waktunya diberikan bantuan, nanti kita makan apa, jadi kita berinisiatif gotong royong melakukan pengerukan dengan manual, pakai tangan, cangkul dan lain-lain,”Katanya.
Meski begitu, Lanjut Rochim, Apabila nanti ada tindakan dari pemerintah untuk melakukan pengerukan pasir, diharapkan bukan hanya langkah itu saja, namun bisa memberikan bantuan alat sedot pasir, dan bisa dikelola oleh kelompok nelayan, sehingga ketika terjadi pendangkalan tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah.
“Seharusnya DKP bisa segera mengambil langkah, karena kendala ini bukan dari nelayan Tayu saja, tapi juga dikeluhkan nelayan lain di alasdowo, Kinanti, dan Margomulyo,”Ujarnya.
Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Muhammadun mengaku pendangkalan pasir di muara sungai tayu sangat berdampak bagi para nelayan tradisional di wilayah Kecamatan Tayu. Pasalnya, Akibat pendangkalan itu ratusan nelayan tidak bisa melaut.





