“Kalau sudah terjadi pendangkalan, alurnya terendap pasir, jadi mereka gak bisa melaut,”Ucapnya.
Para nelayan itu, Kata Muhammadun, Sudah meminta bantuan kepada DKP, hanya saja sampai saat ini bantuan yang diharapkan itu belum dianulir.
“Mereka gotong royong sendiri, ada ratusan nelayan yang terlibat, karena kalau berharap bantuan dari pemerintah kebutuhan mereka bagaimana, dan sampai saat ini juga belum ada tindakan,”Cetusnya.
Namun begitu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku pengerukan manual yang dilakukan oleh para nelayan itu juga tidak menjamin, karena ketika air pasang lagi, maka pasir akan kembali mengendap.
“Memang DKP menjanjikan, tapi katanya menunggu anggaran sampai 2 bulan lagi, itu artinya mereka tidak bisa melaut, karena kebutuhan nelayan itu ketika mereka melaut hari ini, maka untuk kebutuhan hari ini juga,”Jelasnya.

Ia juga menyayangkan sikap DKP yang kurang tanggap dan kurang proaktif melihat kondisi para nelayan, padahal juga sudah melihat kondisinya, namun tidak bisa memberikan solusi.
“Kalau nelayan ini disuruh menunggu terus, nafkah kesehariannya nanti bagaimana, dan hal ini nanti akan kita tanyakan saat rapat kerja atau rapat komisi, soal ketidak tanggapan DKP,”Janjinya.
(ADV-Ws/Z1)





