Ia juga menjelaskan bahwa untuk memanfaatkan Embung Kasih itu nantinya memerlukan waktu dan biaya. Pasalnya, air yang ada di embung itu harus diolah terlebih dahulu agar bisa digunakan oleh masyarakat, sehingga juga harus membutuhkan jaringan.
“Dan ini nanti siapa yang membangun, kalau PDAM punya yang, tentunya akan dibangun PDAM, tapi menunggu serah terima, hanya kalau untuk membangun wtp dan jaringan, di PDAM tidak ada anggaran,”Ujarnya.
Bambang juga mengaku akan menghitung kembali untuk perawatan embung kasih ketika sudah ada serah terima, apakah anggaran untuk pengelolaan akan dimintakan ke pusat lagi atau kerjasama dengan pihak swasta.
“Kalau anggaran pengelolaan itu nanti dimintakan ke pusat maka menunggu setelah Pemilu, atau mungkin nanti kita kerjasama dengan pihak swasta, tapi kita ijin dulu di Bupati,”Ucapnya.
“Kalaupun ada yang menganggap itu terbengkalai tidak juga, karena setelah ini dibangun masih ada proses, yaitu membangun jaringan, tapi karena belum ada dananya kemungkinan menunggu, dan inipun terpelihara, hanya belum termanfaatkan saja,”Tambahnya.
(Lot-Ws/Z1)





