Rata-rata untuk stok garam yang ada di gudang penampungan juga banyak yang kosong. Para pengusaha garam hanya berharap kepada para petani lokal, dan mengambil garam dari luar kota untuk bisa diproduksi.
“Untuk stok kita menipis, kita bisanya mengambil dari Lasem, dan Madura, namun disana juga sudah berkurang, tapi saya pastikan untuk kebutuhan garam akan stabil pada bulan Juli dan Agustus,”Terangnya.
Sementara itu, Fungsional Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Ari Wibowo mengaku bahwa saat ini untuk stok garam di Kota Bumi Mina Tani masih terbilang aman.
“Pada hari Senin kemarin, tanggal 5 Juni 2023, petambak dari empat Kecamatan kita kumpulkan di DKP Kabupaten Pati, dalam perkumpulan tersebut, tidak ada informasi seperti itu,” jelasnya.
Ari menjelaskan bahwa para petani garam pada saat ini sudah mulai proses produksi. Sehingga pihaknya menegaskan tidak ada kelangkaan garam.
(Red/Z1)





