Meski begitu, Ali juga berjanji akan menyampaikan hasil audiensi ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Sebab, perencanaan merupakan bagian dari eksekutif.
“Apa yang disampaikan tadi akan kami diskusikan dengan eksekutif. Karena apapun perencanaan bagian eksekutif,”Paparnya.
Sementara Ketua Pasopati Kabupaten Pati Pandoyo mengatakan, Kedatangannya ke kantor DPRD Pati ini meminta agar di tahun 2023 ini segera dilaksanakan pengisian perangkat desa, karena saat ini banyak terjadi kekosongan perangkat desa.
Dirinya juga meminta untuk insentif RT dan RW yang hanya Rp 500 ribu, bisa dinaikkan.
“Insentif RT dan RW ini hanya Rp 500 ribu/tahun, memang sesuai usulan mereka tidak menyebut nominal, tapi bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran,”Ucapnya.

Ia juga menyebut saat ini ada sekitar 700 perangkat desa di Pati belum terisi, seperti Sekdes, Kaur Keuangan, Kaur Pemerintahan dan lain-lain.
“Kami minta agar sebelum November 2023 bisa dilaksanakan, dan ini masih ada waktu 4 bulan, jadi saya anggap waktunya cukup untuk dilaksanakan pengisian perangkat desa,”Tambahnya.
(Red/Z1)





