BMN Tegaskan Kapal Yang Dibakar Adalah JTB, Bukan Cantrang

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Mina Santosa Juwana Jasiman meminta kepada APH untuk segera menangkap pelaku pembakaran kapal di Kalbar, karena itu dianggap sudah sangat keterlaluan.

“Peristiwa pembakaran kapal yang dulu tidak ada tindak lanjut, dan saat ini kami bersama dengan nelayan Pantura akan mendorong kepada APH untu bisa mengusut tuntas,”Ujarnya.

Dikatakan, 2 kapal yang dibakar sebenarnya hendak pulang, dan seperti biasa para nelayan ini selalu melintasi pulau datu sebagai jalur lintas laut para nelayan asal jawa.

Namun, Para nelayan lokal ini langsung menangkap dan membakar 2 kapal itu, karena mengira nelayan asal Jawa sedang kerja mencari ikan di perairan pulau datu.

“Jalur lintas pulau datu itu banyak kapal yang melintas, nelayan kita ini tidak tahu, dan tidak sedang mencari ikan di wilayah itu, tapi justru terkena dampak, karena langsung ditangkap dan dibakar,”Sesalnya.

Diketahui, Dua kapal yang dibakar pada Rabu 21 Juni 2023 asal Juwana dan Rembang itu merupakan kapal JTB, bukan Cantrang.
Kedua kapal itu ditangkap dan dibakar karena dianggap sedang mencari ikan, padahal dalam perjalanan pulang.
(Red/Z1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *