PATI, zonasatu.net- Pembakaran kapal yang terjadi pada Rabu 21 Juni 2023 lalu, bukan hanya membuat para nelayan di sepanjang pantura marah. Namun, juga membuat kesedihan bagi para keluarga Anak Buah Kapal (ABK).
Para keluarga ABK ini merasa sedih, lantaran sudah hampir sepekan lebih keluarganya yang membawa kapal itu belum dipulangkan dan masih berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.
Ketua Paguyuban Mina Sentosa Juwana Jasiman membenarkan hal itu. Menurutnya, Ada 17 ABK termasuk nahkoda kapal yang dibakar sampai saat ini belum dipulangkan, padahal peristiwa itu terjadi sudah seminggu lebih.
“Mereka semua ada 32 orang dan kondisinya dalam keadaan baik, hasil koordinasi dengan Polairud, para ABK ini masih dibutuhkan, tidak ditahan, jadi belum bisa dipulangkan,”Ungkapnya Rabu (28/6/2023).
Saat ini, Kata Dia, Untuk para ABK kapal yang dibakar masih berada di PSDKP Kabupaten Kubu Raya, dan pihak keluarga ABK juga menunggu dan berharap agar mereka segera dipulangkan.
“Para keluarga ABK ini berharap mereka segera dipulangkan, karena kejadian sudah 1 Minggu lebih, jadi para keluarga ABK ini khawatir,”Ujarnya.
Sementara Ketua Asosiasi Nelayan Jaring Tarik Berkantong (JTB) Rembang Lestari Priyanto mengungkapkan, bahwa saat ini para ABK masih di mintai keterangan di Kalbar, padahal peristiwa itu terjadi sudah 1 Minggu lebih.





