PATI, zonasatu.net- Para Anak Buah Kapal (ABK), korban aksi pembakaran di wilayah perairan pulau Datu Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, Rabu (21/6/2023) lalu, dianggap sudah terstruktur.
Hal itu lantaran para ABK kapal Jaring Tarik Berkantong (JTB) asal Juwana dan Rembang ini saat melintas sudah dikepung puluhan kapal, dan kapalnya langsung diambil alih.
Ironisnya lagi, para ABK ini juga diancam menggunakan senjata tajam. Bahkan, barang-barang yang ada di kapal langsung di rampas.
“Barang-barang dan perlengkapan kami yang ada di kapal dirampas semua, seperti GPS, surat kapal, bahan bakar solar, sembako, rokok dan hasil tangkap ikan, bahkan untuk Hanphone juga diambil,”Kisah Ahmad Kharisma, salah satu ABK KM AJB I GT.88 saat ditemui di Desanya Bendar Kecamatan Juwana Selasa (4/7/2023).
Ia mengaku hanya bisa pasrah dengan ancaman yang dilontarkan, karena saat itu bersama dengan ABK lain hanya diminta untuk menurut agar tidak terjadi apa-apa.
“Jika tidak menurut kami akan dipukul dan bisa lebih parah lagi, karena rekan kami juga sudah ada yang dipukul, jadi kami hanya bisa mengikuti apa yang diminta,”Katanya.
Kharisma mengatakan bahwa pembakaran kapal yang terjadi itu tanpa ada negoisasi. Para nelayan lokal menganggap bahwa kapal JTB yang dibawanya itu mencari ikan di wilayahnya, padahal dari titip koordinat itu jauh, dan para nelayan JTB ini hanya melintas, dan hendak pulang.





