“Imbas dari pemilu 2019-2020 ada resiko yakni black caption’ politik identitas sampai mengarah ke isu SARA, polarisasi agama, budaya dan sosial tidak luput dari prediksi kami pada pemilu 2024,” ujarnya.
Isu lain, tambah Kasat Intelkam, yakni Tawuran antar Kampung (Tarkam) di wilayah Halmahera Utara yang perlu diantisipasi yang dimulai dari perkelahian perorangan dan pada akhirnya membawa kampung sehingga itu yang harus diantisipasi bersama.
” Harapan kami kedepan untuk tetap berkoordinasi dalam membuat kegiatan semacam deklarasi damai bahkan dialog lintas semua toko dalam menjaga daerah ini tetap aman.” Katanya.
Selanjutnya, Pasintel Kodim 1508/Tobelo, Kapten Inf Rehan Pramasputra, menyebutkan munculnya spot-spot letupan permasalahan di wilayah harus cepat ditindaklanjuti dan dipastikan selesai sampai akar akarnya.
“Seperti adanya perkelahian yang di picu oleh Miras, 6 Desa, Demo lingkar tambang NHM,” ucapnya.
Ia juga mengatakan antisipasi menjelang pemilu ini ada beberapa kemungkinan akan muncul gerakan-gerakan seperti politik identitas, Black Campaign, mobilisasi masa.
Ia menyampaikan mewakili TNI akan tetap profesional, menjunjung tinggi Netralitas TNI dan akan selalu hadir ditengah tengah masyarakat dalam membantu masyarakat dalam kondisi sesulit apapun kita akan hadir.
“Yang paling terakhir kita TNI tegak lurus akan selalu mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.” Tandasnya (man-02).





