“Kecuali untuk lembaga pendidikan itu langsung kita terimakan kepada lembaganya. Kebanyakan genteng yang rontok dan galvalumnya yang rontok,” ujarnya.
Besaran bantuan yang diberikan, katanya, juga berbeda-besa. Disesuaikan dengan dampak kerusakan yang dialami korban.
“Misalnya, kalau Tlutup Rp 5 juta untuk masyarakat, Madin Rp 500 ribu dan untuk Abayasa tadi 2 juta,” sebutnya.
Sebelumnya, katanya dia, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Trangkil juga telah memberikan bantuan berupa sembako kepada sejumlah korban.
“Ada juga dari fatayat memberikan bantuan berupa sembako, tapi hanya untuk anggota fatayat,” katanya.
Menurutnya, dampak paling parah bencana angin puting beliung terjadi di Desa Ketanen dan Tlutup.
“Di Ketanen Itu yang banyak rusak tempat pembakaran bata, ada sekitar 43,” ujarnya.
Sementara di Desa Tlutup ada beberapa rumah yang rusak, bahkan ada yang sampai roboh.
“Itu di makam Desa Tlutup juga ada nisan yang rusak. Ada pohon besar yang tumbang, sehingga membutuhkan kerja bakti itu sampai empat hari tidak selesai-selesai,” pungkasnya.





