Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

Terdapat ada 13 Musala dan dua Masjid yang akan ditempati oleh perwakilan masing-masing Mushala dan Masjid secara bergantian.

Pada Ramadan kali ini, dimulai pada malam 4 Ramadan dan akan berakhir pada malam ke 20 Ramadan.

Menurutnya, tradisi ini sangat penting untuk terus dipertahankan sebagai bagian dari kaderisasi pemuda Islam di Desa Asempapan.

Apalagi, mengingat era digital sekarang yang dinilai makin memprihatinkan, hal itu akan mengancam akhlak para generasi penerus Islam.

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi antarpemuda sekaligus syiar Islam yang harus ditanamkan pada genenasi sekarang yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sekaligus harapannya menjadi kegiatan penyeimbang terhadap pengaruh pemakaian gadjet pada anak-anak zaman sekarang,” paparnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Asempapan, sehingga tradisi ini masih bisa terus bertahan hingga sekarang.

“Tentunya dari kegiatan Tadarling ini, para kader Mushala dan Masjid di Desa Asempapan akan menjadi kader Islami yang mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam yang diawali dengan cinta akan al-Quran dengan mambaca atau tadarus al-Qur’an. Bahkan kegiatan yang dinilai positif ini, mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa di sekitarnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *