Hasilnya, telah diuji kembali oleh laboratorium PT WLN Manado.
Sehingga itu menunjukan bahwa bahan anorganik pada air laut (Amoniak, Ortho Phosphat, Nitrat) dan air sungai (Total Phospate, Nitrit) telah berkurang dan berada dibawah baku mutu yang ditetapkan.
Dengan demikian, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hasil uji labolatorium air limbah PT NICO yang tertapar di air sungai dan air laut tidak memberikan efek peningkatan konsentrasi bahan organik (BOD, COD dan TSS) yang melampaui baku mutu yang ditetapkan.
Untuk pengujian logam berat, Lanjut Dia, menunjukan bahwa konsentrasi pada logam berat berada dibawah standar baku mutu.
Olehnya itu, ia mempertegas bahwa PT NICO tidak menggunakan bahan baku yang mengandung logam berat yang berbahaya dan beracun seperti (Cr-IV, Cd, As, Cr, Pb, Cd, Zn dan Hg).
“PT Nico tidak mengandung logam berat, yang berbahaya dan beracun.”katanya
Hasil pengujian sampel air laut dan air sungai setelah dua minggu terpapar air limbah PT NICO akibat insiden itu menunjukan bahwa semua konsentrasi dari parameter uji yang ditetapkan masih berada dibawah standar baku mutu.
“Ini mengindikasikan telah terjadi remediasi/rcstorasi (perbaikan) ekosistem secara alami di lokasi yang terpapar air limbah.”terangnya





