Menurutnya, lahan hijau menyempit berdampak pada produktivitas pangan akan menjadi berkurang atau menurun, seperti makanan pokok, buah-buahan, sayur, dan lain-lain.
“Kami menyayangkan keberadaan lahan hijau di Kabupaten Pati yang semakin tergerus. Itu akan berdampak pada produktivitas pangan,” katanya Kamis (15/8/2024)
Politisi dari Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa petani juga terkena dampak jika lahan hijau menyempit. Artinya, petani tidak punya lagi mata pencaharian.
Sebelumnya, Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar mengatakan, meskipun lahan hijau berkurang, pihaknya telah menetapkan area hijau atau sawah lindung.
“Kami sudah membatasi pengurangan itu. Jadi ada tata ruang sawah lindung. Itu hukumnya titik, tak boleh koma. Tak boleh diubah menjadi kawasan industri,” tutupnya. (Adv)





