“Bisa juga terjadi penurunan konsumen rokok yang tidak signifikan bisa mempengaruhi penambahan kebutuhan hidup sehari hari masyarakat (karena harga rokok mahal), tetapi pendapatan negara bisa naik,” ucap dia.
Politisi dari partai Golongan Karya tersebut juga mengkritik penyaluran dana bagi hasil Cukai Hasil tembakau (DBHCHT).
Menurutnya pengalokasian dana tersebut seringkali tidak bisa terserap secara maksimal.
Maka dari itu, Sukarno berharap pemerintah bisa mengalokasikan manfaat DBHCHT lebih optimal dan tepat waktu.
“Permasalahan tidak berhenti disitu ,terkait bagi hasil DBHCHT yang peruntukannya sudah di tentukan oleh pemerintah pusat, terkadang itu tidak bisa terserap semua, sehingga nilai manfaat di tahun anggaran tersebut berjalan tidak bisa maksimal,” tutupnya. (Adv)





