DPRD Pati Sayangkan Harga Garam dari Petambak Tak Pernah Stabil

Yeti berharap dengan adanya Perda tersebut bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha perikanan dan pergaraman.

Lebih lanjut, Yeti juga sering mendapatkan keluhan mengenai petambak kerap kali menuai masalah.

Seperti ketersediaan bahan bakar saat dipergunakan untuk mengaliri air di meja garam hingga cuaca ekstrim yang dihadapi petambak garam. 

Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, di Kabupaten Pati yang memiliki lahan garam terbesar berada di Kecamatan Batangan, dengan luasan 1.321,07 hektar. (ADV/N3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *