Menurutnya, Apabila Makam itu dibiarkan, maka akan berdampak pada pembohongan publik termasuk pola pikir anak cucu di masa depan
“Makam itu harus bisa dibuktikan. Tidak hanya katanya, terawangannya, jadi harus jelas, supaya tidak menyesatkan,”ucapnya
Dari hasil kesepakatan warga, Makam itu kemudian menjadi Petilasan Ki Ageng Adiguno.
“Alhamdulillah tadi antara warga Desa Maitan dan Wukirsari telah sepakat untuk membongkar makam dan diganti dengan nama Petilasan Ki Ageng Adiguno.”terangnya
Kepala Desa Maitan Patmo mengaku bahwa sebelumnya dari masyarakat tidak mengetahui adanya maksm tersebut
“Sebenarnya saya juga tidak tahu asal-muasal kenapa disitu dipercayai makam habib,”katanya dengan nada heran
Diketahui, Dua batu nisan yang berada di atas makam akhirnya dicabut warga
Bahkan, tulisan makam Habib Usman bin Yahya yang sebelumnya terlihat di dinding makam juga ikut dicabut





