Pesantren bisa mencari pemateri hanya dengan memantau sosial media. Juga bisa meminta fasilitasi pemerintah daerah.
Menurut dia, penambahan life skill kewirausahaan bisa menjadi bekal bagi para santri untuk hidup di masyarakat.
“Santri yang cakap berwirausaha mempunyai peluang yang lebih besar untuk bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Artinya dakwah lebih mudah dilakukan menggunakan pendekatan ekonomi,” jelas dia.
Suharmanto juga berharap para santri entrepreneur setelah keluar pondok bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungannya masing-masing.
“Program ini bisa menjadi bekal santri yang nantinya terjun di masyarakat mampu berkegiatan juga dalam bidang perekonomian (berusaha mandiri/ berwirausaha),” tandasnya. (ADV/N3)





