PATI, zonasatu.net || Puluhan mahasiswa kembali melakukan aksi demo di halaman kantor Bupati Pati pada Jumat (1/11/2024)
Demo dari GMNI, HMI dan IPNU ini merupakan aksi lanjutan para mahasiswa yang menuntut pengisian perangkat desa di Pati agar dibatalkan
Para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus itu mengklaim pengisian perangkat desa yang saat ini digelar terindikasi adanya kecurangan
Apalagi pelaksanaan test ujian yang dugelar dengan sistem Lembar Jawab Komputer (LJK) diselenggarakan di Semarang dinilai tidak logis
“Sejatinya, pelaksanaan ujian dengan LJK ini bisa dilaksanakan di Pati dengan menggandeng pihak ketiga atas persetujuan camat dan Pj Bupati, tidak harus di Semarang.”tegas Ulul Irfan selaku koordinator aksi
Menurutnya, Para mahasiswa juga menduga dalam pengisian perangkat desa ada transaksi jual-beli jabatan hingga nepotisme
Bahkan, proses dan pelaksanaan rekrutmen pengisian perangkat desa yang terkesan tergesa-gesa bersamaan menjelang Pilkada Pati dinilai syarat kepentingan





