Hal senada juga disampaikan Sekretaris CREW 8 SATGAS Maluku Utara Sofyan TamodeheIa menyebut, Maluku Utara memiliki potensi lokal yang perlu di dorong pada ketahanan pangan.
“Iya kita memiliki potensi pangan lokal, yang harus di di dorong, seperti padi, cengkeh, kelapa dan pala, aset penting yang harus dikelola secara berkelanjutan,”ungkapnya
Lanjut Sofyan, lewat program swasembada pangan lokal, Maluku Utara memiliki potensi, apalagi beberapa di kabupaten kota cocok untuk padi sawah
Menurutnya, Kabupaten yang lahannya produktif cocok untuk padi sawah, Halut, Haltim, Halsel, Halteng, Pulau Morotai, Halbar dan Taliabu, memliki potensi swasembada.
“Kami sudah mengindentifikasi daerah untuk program swasembada. Lahan produktif cocok bagi padi sawah. Lahan tersebut sangat produktif,” katanya.
Kedepan Crew 8 akan bentuk kelompok tani lewat program swasembada pangan. Hal ini mendorong petani dalam mengelola lahan secara efisien dalam menanam varietas unggul,
“Target kami program ini harus sukses, guna membuka pasar akan terbuka luas, pendapatan petani kita meningkat,”jelasnya.
Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi Maluku Utara harus mendukung program swasembada pangan dan memberikan fasilitas alat pertanian modern yang maju guna mempermudah bagi produksi lahan pertanian.
“Kami berharap, kedepan pemerintah menyediakan alat pertanian moderen, hal ini mempermudah produksi lahan petani,” harapnya.
Diketahui, CREW 8 Maluku Utara sudah membentuk kordinator daerah di 10 kabupaten/kota.
Diagendakan pada (18/12/2024) pengurus CREW 8 Maluku Utara akan dikukuhkan di Jakarta.





