Ini Penyebab Perselisihan Keluarga Heriyanto Wuisan Dengan Menantu


” Karena itu, yang membiayai berobat saya dan isteri selama ini, anak saya yang bungsu namanya Kristian Wuisan atau Kian, ” sambungnya.
Selain itu, Heriyanto yang sudah berusia renta ini, menyesalkan dengan sikap yang ditunjukan oleh Anggraeni, ketika tahun 2022, pernikahan anak bungsu dari almarhum Herman Wuisan. pada posisi duduk, dia bersama isterinya tidak ditempatkan di meja inti keluarga bersama- sama dengan pengantin, Angraeni dan mama dari Anggraeni.
” Malah saya dan istri di suruh duduk di meja keluarga yang lain, jadi saat itu, saya merasa tersinggung dan mau meninggalkan tempat acara resepsi, karena diperlakukan bukan seperti keluarga inti tapi di tahan oleh istri saya,” ujarnya.


Dia merasa sedih, sebab saat kematian Herman, terasa sudah putus hubungan keluarga, sebab Anggraeni dan anak-anaknya sudah tidak lagi berkomunikasi lagi bahkan untuk ucapkan selamat natal, tahun baru maupun ulang tahun saja sudah tidak ada.
“Nanti Tahun 2024, saya menggugat di Pengadilan Negeri Tobelo untuk minta kembali harta yang sudah diberikan berupa 2 unit gudang dan 1 unit rumah. baru saat itu Anggraeni ke rumah di Surabaya memberikan uang Rp 30 juta tanpa keterangan uang itu untuk apa, dan di 2024 Anggraeni dan anak-anaknya, baru mengucapkan selamat natal dan tahn baru.” ungkapnya.


” Jadi perselisihan antara saya dengan Anggraeni bukan pengaruh dari anak-anak saya yang lain tapi karena saya dan isteri sudah tidak di anggap keluarga lagi oleh Anggraeni dan anak-anaknya,” pungkas Ko Beo (*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *