Puluhan Massa JMPPK Demo di Polresta Pati, Tuntut Tindak Tambang Ilegal

PATI, zonasatu.net || Puluhan warga dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati menggelar aksi di halaman Kantor Polresta Pati, Jumat (29/5/2026).

Aksi ini didampingi dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto

Koordinator JMPPK Gunsretno mengatakan kedatangannya ke Polresta untuk mengadu tambang-tambang yang melanggar aturan dan UU, meski statusnya berizin.

“Kami ingin polisi itu tahu kalau tambang berizin itu tidak melakukan pelanggaran. Dan pelanggaran itu kalau ingin tahu ya harus ada perjuangan,” ujar Gunsretno di sela aksi.

Dalam orasinya, Gunsretno juga menyampaikan rencana aksi lanjutan di depan Kantor Bupati Pati. Ia menuntut Plt Bupati segera mengusulkan pengembalian kawasan hutan kars Sukolilo menjadi hutan lindung geologi.

Luas KPAK Sukolilo pada 2010 tercatat 11 ribu hektare, namun kini menyusut jadi 7 ribu hektare. Hilangnya 4 ribu hektare itu, kata Gunsretno, memicu munculnya titik-titik tambang baru yang dekat dengan pemukiman dan mata air.

“Ini serius, Bupati harus mengusulkan dan mengembalikan untuk menjadi hutan lindung geologi di kawasan KBHK. Faktanya masyarakat sudah menerima dampaknya,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *