“Masyarakat kecewa tendanya dibongkar, sehingga melampiaskan kepada salah satu polisi yang berada di kantor DPRD,”ungkapnya
“Masalah akan di bangun lagi, nanti kita akan rembuk bersama, tapi kami kecewa,”sambungnya
Sementara itu, Kepala BPN Pati, Jaka Purnama mengungkapkan, Dari awal pihaknya tidak mengizinkan masyarakat membangun tenda di sekitar kantor BPN
“Soal tenda, kantor kami gak kasih izin itu dari awal. Tapi temen-temen itu bersih-bersih. Saya enggak enak itu berdiri. Apalagi lingkungan komplain ke saya, secara personal komplain ke saya soal suara,”terangnya
“Itu memang hak mereka sih, tapi kami juga mengakomodir yang lain. Tiga hari mendirikan tenda, ya harus memahami lah, terlihat rapi, bersih. Serta dalam pelayanan publik kita tidak menggangu yang lain,”tambahnya
Diketahui, Sebelumnya puluhan petani melakukan aksi demo dikantor DPRD dan Pemkab Pati
Aksi mereka dilanjutkan dengan menginap di halaman kantor BPN Pati demi untuk memperjuangkan lahan peninggalan nenek moyang yang di kleim PT LPI
Terhitung, aksi menginap di kantor BPN Pati dengan mendirikan tenda sudah dilakukan selama 4 hari
Mereka mengaku tidak akan menyerah dan akan terus memperjuangkan hak lahan agar bisa dikembalikan kepada petani





